Tentang Dimas #TIARASTORY
This is a story. A part of story
that i’ve been through in 2017. It’s neither about friendship nor lovers. It’s
about family. A family that i’ve found in my college life. a family that i
can’t imagine before. A kind of relationship that is unique. A kind of
relationship that i’ve never forget. A kind of relationship that i’ve been
grateful for.
I told ya, it’s not about
friendship or lovers.
DIMAS.. pertama kali denger
namanya maybe u think it’s a boy name, maybe my boyfriend haha but it’s totally
not. Seperti yang pernah aku ceritain sebelumnya di blog bahwa dimas ini adalah
salah satu departemen di BEM yang bergerak di bidang Pengabdian Masyarakat. But,
in here i don’t wanna talk about what functions itself but i will talk about
the people in Dimas. I mean the amazing people.
First time i meet them in a
“milk” cafe. Should i post the photo? Okay wait. I’m so clumsy at that time.
Ketika ketemu orang baru aku memang agak kaku dan lil bit nothing what to do.
Dateng dan menyalami mereka semua. Kenalan lah itu segala macem, dijelasin
tugasnya di dimas masuk divisi apa dan sebagainya. Dan ketemu juga sama mas
kabem juga disitu. First impressionku? Yang jelas sih aku ga expect bakal
sebaik dan se-gabisadilupain ini. U know what i mean right?
![]() |
Nah ini dia first photo of us.
Sadly, ada salah 1 member yang gabisa join malem itu.
|
Second meet kita sebenernya di
two mans pas itu bahas penampilan di welpart but aku skip ajalah ya. Lanjut ke
welpart, di welpart ini aku ngerasain tambah kenal dimana kita se departemen
jadi diantara para departemen lain like we have our own identitiy, disitu aku
ngerasa kayak mulai have sense belonging
satu sama lain as dimas member.
![]() |
Dan setelah itu beberapa minggu
setelah liburan, there is a makrab. Sebenernya ini makrab BEM sih , tapi ini
udah ngefek ke kedekatan kita juga ceilah.. sayangnya ada beberapa yang ga
join, jadi ya cuma 11 out of 14 dehh. Btw this makrab was so so fun!
Sebelum ini kalo ga salah ada
AD/ART dan rapat kerja juga.. setelah makrab ini barulah kita rapat rapat,
survei suvei ke desa dan sebagainya.
Then i’ll tell you about rapat
werewolf. Sebenernya ga ada yang namain ini rapat apa sih, yah like usual rapat
dimas aja rapat bahas proker dan progressnya. It’s called werewolf because after
we’ve dicussed about proker, then we play werewolf. Thats why it’s called rapat
werewolf. Werewolf inilah yang paling ditunggu tunggu setelah rapat dan rapat
pun bakal kelar sampe larut malem, about 11-12pm hahaha.. dan kadiv aku ini
punya kartu werewolf jadi lebih asik daripake kartu joker2 gitu. U know how it
plays right? Kita saling nuduh lah saling ngejek satu sama lain, in this game i
admit i’m not best negosiator though but sometimes i win wkwkwk dan seringnya
pas jadi werewolf bareng kadep aku ahahha it seems like ini game bakal ngerusak
hubungan karena saling tuduh, BUT IT’S ABSOLUTELY NOT.. i’ve witnessed it by
myself not. Sebaliknya, i’ve realized that game ini malah bikin hubungan kita
itu saling kuat, kita saling mengenal karakter masing masing, meskipun kadang
ada cekcok tapi akhirnya we laugh together dan gak saling tersinggung. We were
so having fun. Sampe sampe kalo udah saking asiknya bisa ganggu orang disekitar
kita karena pas ketawa, we’re the loudest! I don’t have any photo when we rapat
werewolf tapi ini ada 1 foto first time banget kalo gasalah rapat werewolf
meskipun galengkap.
As time passed by, kita sering
bercanda2 an di grup, frekuensi keramaian grup makin lama makin meningkat. Hihihi
Segala proker yang kita lewatin,
feb mengabdi, feb berbagi, MTM, ekojar dan yang lain.. bener bener ga kerasa..
perjuangan tentang proker proker tsb bisa kalian liat di post sebelumnya ya!
Kalo kata kadep aku, kita
berproses bersama, belajar bersama. Yap bener, tanpa kita sadari kita saling bergantung
satu sama lain, saling membutuhkan. Kadang saling kesel gegara yang eksmud
jadiin kacung doang sometimes kesel sih but disitulah diuji seberapa jauh
kemampuan kita, kesabaran kita. First time experience is always hard. But yah
itsokay, itu bagian dari berproses.
Then i wanna tell u about ILT
which stands for Internal Leadership Training. ILT ini diadain dibulan oktober
lalu if i’m not mistaken. Jadi ILT ini adalah semacem program internal yang
bertujuan untuk meningkatkan rasa sense belonging kita terhadap BEM dan diharapkan
dapat meneruskan tongkat perjuangan kakak tingkat yang udah mau retired. Sejauh
yang aku tangkep gitu. REALLY IT WAS BEST EXPERIENCE. Banyak agenda
menyenangkan dan kurang-menyenangkan-yang-menyenangkan hihihi. Tapi disini aku mau
cerita part of agenda which sesi sesi curhatan dimas. Pas malem itu ada sesi
curhat gitulah tapi, disesi yang malem ini banyakan kadiv dan kadep yang
ngomong, jadi kita dengerin. At first i have no idea kita mau ngapain duduk
gitu kan terus malem malem juga, eh ternyata... intinya as far as i can
remember mas kadep dan kadiv cerita lah terimakasih udah kasih kontribusi ke
BEM ke dimas udah berproses bersama dan permintaan maaf kalo belum maksimal
jadi kadep dan kadiv.
YA TUHAAAN ga suka acara ginian
plis, aku tau ini arahnya mau kemana.. aku emang paling ngga bisa nahan nangis,
kalo ada sesuatu yang bikin hati terenyuh jiaahh langsung sih gakuat dan
nangis.. yes i’m the kind of crying-toomuch-girl. Tapi aku inget banget malam
itu bener bener dingin, sepi, dan aku gabisa nahan nangis, i was crying, crying
in silent. It was not too long karena udah malem juga jadi kita semua disuruh
balik dan tidur.
Nahh the following day, in the
morning, such a lovely day, kita udah disambut dengan renungan2 dan ucapan
terimakasih para kakak tingkat dengan keadaan semua ditutup matanya, seriously
ngantuk banget pas itu dan honestly aku tidur hihihi tp ada part part dimana
aku touched gitu sihh hhh pagi pagi udah bikin sedih aja ini, pikiriku waktu
itu.
AFTER THAT, kadep aku ngajak
kumpul for dimas only. Kita duduk berlingkar di lantai dua, sepi banget waktu
itu diatas. Hanya ada kita, dimas. Dimulai dari mas kadep yang ngomong, i can’t
tell but intinya sih makasih dan maaf belum jadi kadep yang baik buat kalian..
thehell nah mas, u’re the best.. pikirku waktu itu. I started crying because he
cried too (maaf mas aku ceritain disini). That was heartbreaking moment. i feel
you mas. I just can’t tell how it was. But sesedih itu, se heartbreaking itu.
Then dilanjut another person’s story dan seterusnya.. ada yang cerita kenapa
dia kadang ga ikut acara rapat dsb, ada yang cerita mengenai masalah pribadinya,
ada yang cerita pengalaman paitnya untuk sampe dititik itu. I’m crying when i’m writing this haha.
Kalo aku? aku cerita bahwa aku
bersyukur dan ga nyangka bisa jadi bagian dari keluarga yang luar biasa ini.
Permohonan maaf karena aku ga maksimal dan skill ku masih nol aku banyak
belajar dari dimas, dari staff, kadiv dan kadept aku. aku banyak dapet network
dari sini. Dan best thing, i find family in here. Aku bersyukur ditahun
pertamaku ini aku bertemu dengan mereka, orang orang yang se amazing itu, i
have no idea gimana first year ku kalo ga bertemu mereka. Actually kalo dipikir
pikir pengalaman organisasiku ga sehebat sama yang lain, but why, why can i be
accepted. Then i asked my kadep and suprisingly he said “I am not choosing the
best applicant who have good capability but I am searching for the ones who
want or eager to learn, the ones who want berproses
bersama”. Then aku bertekad ceilah that i want to keep learning from
anything, from anywhere.
Balik lagi ke cerita curhatan
tadi, semakin lama yang lain pada nangis literally semua nangis ada 1 – 2 lah
yang ngga tapi i’m sure mereka juga terenyuh.. dan it’s kinda cute tho seeing
the boys crying wkwkwk first time witnessing someone crying in front of you
hahaha
What i learn and realize from
this is that
Everyone has their own problems, Everyone has their own reasons
I think it’s life.
You get problems. You face choices.
But one thing that we must remember
God never gives us things that we can’t handle
We will pass it all, We will go through this all
I admit kadang di suatu
organisasi itu pasti ada masalah, kadang gabisa diandelin kek, ga muncul kek, kesel
sih tapi di ILT ini rasa keselku ilang karena aku tersadar akan 1 hal yes they
have their own reasons. Kealpaan mereka, mungkin kadang kita kesel bete, tapi
kalo kita ambil baiknya, see the positive thing, we’ll understand them.
Setelah rangkaian ILT selesai dan
proker proker finally doneee.. tibalah disaat hmm farewell party nah disini sih
yang bener bener the final prokernya BEM ditahun 2017. We dressed up well, the
dresscode was about la la land. Jadi pake jas dan yg cewe dress2 lucu gitu. In
here, aku berjanji sama diri sendiri gabakal nangis kaya pas di ILT. Yg udah
udah, takut makeup luntur HAHAHA..kita duduk berlingkar, enjoy acaranya. Dan
tibalah pada saat kayak di ILT, lampu dimatiin, para kadep keluar entah dari
mana, mereka satu persatu ngucapin terimakasih dan sebagainya dan tibalah pas
kadep aku ngomong, ya tuhaaaan jangan nangis tir wkwkk lebay yah? Tapii pas itu
sempet nangis sih dikit dikit doang terenyuh :’))) that night was so
heartbreaking. We took some photos. Here it is..
After farewell yes, it’s all
done. It’s all done. But, seperti yang kadivku bilang ini akhir yang tak
berakhir. Meskipun udah demisioner, dan tugas di BEM telah selesai. Namun
kekeluargaan kita, bond kita, tetap stay.
Like i said, it’s neither about
friendship nor lovers. It’s about family. Not family by blood, but family by
heart. Seperti layaknya family, we share things together. Disini aku pribadi
sih makasih banget udah dikasih kesempatan buat berada di keluarga ini. And i
don’t wanna talk my impression about each member, jadi bisa diliat di sugar
cube sendiri sendiri ya gais lol..
Seperti layaknya keluarga, aku
seneng ketika dijalan ketemu salah satu member dimas, nyapa kek kita literally
kenal gitu, bukan hanya sekedar say hi doang. Everything that we’ve been
through, secara ngga langsung mendekatkan kita. Kita saling curhat lah, meskipun
disini aku posisinya sebagai adek tingkat dan istilahnya bukan siapa siapa lah.
Tapi i’m treated well. Selayaknya yang lain. Itu yang bikin aku seneng dan
enjoy didimas. Mereka gabakal ngeliat
latar belakang kamu, tapi kalo kamu di dimas, yaudah kamu dimas, kamu sama
kayak yang lain. Ga dibeda beda in. Dan lagi lagi Alhamdulillah, mereka
orangnya asik asik banget wkwkkw rame dan receh. Jadi seperti kita rapat
werewolf dan jalanin proker we make things easier and fun. We’re not so
ambitious, karena ini pengabdian, kita seikhlas mungkin jalanin pengabdian ini
dengan cara asik kita slowly but sure hehehe..
Hmm apalagi ya? Mungkin aku udah
cerita terlalu banyak disini wkwk.. intinya aku sih bersyukur. Diibaratin aku
dapet double degree, pengalaman organisasi dapet + networking dapet eit bukan
hanya networking tapi keluarga dapet, temen maen dan curhat dapet, dalam satu
kayuhan.. i will never forget them, they are one of the most precious people in
my life. I hope setelah selesai rangkaian keorganisasian kita bukan berarti
selesai gitu aja hubungan kita, karena yesh we’re family. Pacar bisa putus,
friendship mungkin bisa lepas, kalo keluarga will bond forever.
Disaat kita nanti udah ngejar
impian masing – masing, jadi apapun yang kita inginkan. Tapi jangan lupa bahwa
kita pernah menghabiskan waktu bersama, bercanda tawa, curhat satu sama lain,
dan nangis bareng. Bahwa kita pernah ada dititik itu, titik dimana itu
merupakan bagian dari berproses. I think, dititik itu, saat bareng dimas, itu
titik dimana aku sadar oh banyak sekali hal yang terjadi di kehidupan kuliah
ini, titik dimana aku sadar aku harus raih impian impianku yang lain, titik
dimana aku kenal orang – orang hebat yang menginspirasi aku buat raih impian
impianku, dan titik dimana aku sadar suatu saat nanti, after a long hardwork,
ketika aku ingin pulang bercerita tentang apapun, ada dimas, keluargaku
dikehidupan kuliah ini yang mana untuk tempat kembali, bercerita, bercengkrama,
dan saling mempererat tali silaturahmi.







Komentar
Posting Komentar